Kamis, 31 Januari 2008

Anggota DPD Kecelakaan Pesawat di Papua

[Berita Sore] - Empat anggota Panitia Ad Hoc (PAH) I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) didampingi satu staf Sekretariat Jenderal (Setjen) DPD mengalami kecelakaan pesawat ketika akan mendarat di Distrik Sugava, calon Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua, pada hari kedua kunjungan kerja (kunker), Rabu (30/1) pagi.

Dengan materi pemekaran daerah, mereka tengah meninjau calon Kabupaten Intan Jaya dan Deiyai sebagai pemekaran dari Kabupaten Paniai. Keempat anggota PAH I DPD yakni PRA Arief Natadiningrat, Ferdinanda Ibo Yatipay, AD Khaly, dan Midin B Lamany didampingi Ahmad Buchori (staf Setjen DPD).

Kunker dijadwalkan dari tanggal 28 hingga 31 Januari 2008. Mereka berangkat dari Jakarta menuju Jayapura tanggal 28 Januari 2008. Hari berikutnya, tanggal 29 Januari 2008 mereka direncanakan mengadakan pertemuan di calon Kabupaten Deiyai dan tanggal 30 Januari 2008 di calon Kabupaten Intan Jaya. Selanjutnya, tanggal 31 Januari 2008 mereka direncanakan mengadakan pertemuan di Kantor Pemerintah Provinsi Papua di Jayapura.

Jumat, 05 Oktober 2007

Korban Tewas Kecelakaan Pesawat di DRC 38 Orang

[Media Indonesia] -Korban tewas kecelakaan pesawat barang era-Uni Sovyet yang jatuh di sebuah daerah permukiman di Kinshasa, Kamis (4/10), menjadi 38 orang.

23 orang merupakan penumpang pesawat sementara 15 lagi warga yang rumahnya tertimpa pesawat yang meledak tersebut.

"Pesawat ini membawa 20 penumpang, serta tiga anggota awak, yang semuanya tewas," kata Kementerian Urusan Kemanusiaan dalam suatu pernyataan.

15 orang tewas di darat dan 30 orang lagi cedera ketika pesawat Antonov 26 jatuh di permukiman padat penduduk Kimbaseke di pinggir timur kota Kinshasa, salah satu kota paling besar di Afrika.

Pesawat tersebut mengalami masalah saat lepas-landas karena sebab yang tak diketahui di bandar udara internasional Kinshasa-Ndjili, yang terletak tak jauh dari lokasi kecelakaan, dan jatuh sekitar pukul 09:40 GMT (16:40 WIB), kata pejabat senior di Kementerian itu Serge Mulumba.

Korban jiwa meliputi dua anak kecil berusia tujuh dan delapan tahun. Korban cedera meliputi seorang ibu dan bayinya serta sedikitnya sembilan anak kecil lagi, kata Kementerian tersebut.

Seorang teknisi berhasil menyelamatkan diri dari puing pesawat tapi belakangan meninggal akibat lukanya.

Beberapa saksi mata mengatakan pesawat bermesin ganda itu meledak dan terbakar segera setelah jatuh, sehingga merusak sebanyak selusin rumah.